google_ad_slot = "8150331043";

Informasi

Informasi Tentang Segala Informasi berdasarkan Pengalaman

Friday, July 11, 2014

Membuat Laporan yang Baik

CARA MEMBUAT LAPORAN YANG BAIK

Laporan adalah hal mutlak yang harus di buat dala bentuk lisan atau terulis setiap mengelesaiakan tugas akademik maupun juga saat bekerja dikantoran. Membuatnya laporan yang berbentuk tulisan juga tidaklah sebarang, perlu tutunan yang sistematik agar bisa dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Lalu aturan apa saja yang digunakan agar sebuah laporan menjadi benar dan jelas ?


Berikut faktor yang perlu diperhatikan :

·                     Gunakan Imainasi. Kenapa? untuk membuat laporan atau apapun itu pasti membutuhkan imajiansi.
·                     Laporan harus lemkap dan sempurna, Bila masih memiliki waktu yang lama. Dan bila waktu sudah sedikit setidaknya jangan membuat dengan asal-asalan .Boro-boro mau cepas selesai malah disuruh buat ulang lagi.
·                     Buatlah semenarik mungkin. Disini juga membutuhkan imajiansi agar pembaca membaca dengan nyaman dan mengerti apa yang disetiap Bab-nya.
Lalu susunan seperti apa yang benar itu ? Laporan yang sistematis harus memiliki bagan yang sisusun secara urut. Jangan sampai acak maka akan malah menjadi karangan cerita saja. Simak berikut bagan-bagan yang harus urut :

·                     Kata Pengantar
·                     Daftar Isi
·                     Daftar Tabel
·                     Daftar Gambar
·                     Daftar Lampiran
Biasanya bagan diatas memakai halamn berupa angka romawi (misal: I, V, X, dst) 
Lalu Berikutnya. 

Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Penelitian/Pengamatan
(Mengapa kita mengamati peristiwa tersebut)

B. Tujuan Pengamatan
(Untuk apa kita mengamati peristiwa tersebut )

C. Kegunaan Pengamatan
(Apa manfaat atau kegunaan kita melakukan pengamatan, baik untuk kita sendiri maupun untuk orang lain)


Bab II. Isi Utama Laporan
(disini dibahas mengenai cara pengolahan (termasuk bahan-bahan untuk pembuatan manisan, alat-alat yang digunakan, berapa biaya yang diperlukan dll), hasil dari pengolahan, pemasaran, siapa yang membelinya dan lain-lain yang menurut anda berhubungan dengan pengolahan manisan rumput laut.


Bab III. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
Yakni, ringkasan terhadap pengamatan yang telah dilakukan.

B. Saran
(ditujukan untuk pembuat manisan, dan untuk penulis laporan)
Daftar Pustaka (daftar sumber-sumber dari buku,majalah,koran dll)
Lampiran-Lampiran (catatan-catatan yang kita peroleh dari orang yang kita teliti seperti daftar harga bahan-bahan pembuat manisan, dan lain-lain yang dikeluarkan oleh pembuat manisan)


Semoga Bermanfaat….

Wednesday, May 14, 2014

Menghadapi Masalah

Cara Menghadapi Masalah
Optimis
Sekecil apa pun masalah, saat kita sudah kehilangan optimisme atau menjadi pesimis akan menjadikan diri kita menyerah. Kita harus pancangkan dalam diri kita, bahwa harapan itu masih ada dan kita tidak boleh menyerah. Saya sudah berkali-kali membuat artikel tentang hal ini, diantaranya:
Memiliki optimis adalah langkah pertama untuk membuka peluang menghadapi masalah Anda. Jika harapan sudah terkubur, maka Anda tidak akan pernah bisa menghadapi masalah. Pesimisme merusak semuanya, oleh karena itu jangan pesimis. Optimislah Anda akan mampu menghadapi masalah, Harapan itu masih ada.
Jangan Membesar-besarkan Masalah
Masalah terbesar dari sebuah masalah sebenarnya bagaimana Anda menyikapinya, bukan pada masalahnya. Suka ada orang yang bertanya atau konsultasi bagaimana cara menghadapi masalahnya. Namun apa pun nasihatnya dia selalu membantah bahwa masalahnya itu terlalu besar jika dibandingkan dengan nasihat yang diberikan. Lebay akan menutup semua cara menghadapi masalah.
Positif Thingking-
Berfikiralah Yang baik dan Hasilnya Insya Allah akan Baik Juga..POSITIF THINGKING LOH BROO..
Beribadah..


Tidak ada yang bisa menghambat kita, jika Allah sudah mengijinkan. Maka BerIbadahlah…sesuai dengan Keyakinan Masing-Masing….



Tuesday, May 13, 2014

Kehidupan

Masalah Adalah Kehidupan

Kalau kita semua adalah orang yang beragama dan bersosialisasi, maka kita akan mengatakan bahwa manusia itu tidak bisa terlepas kehidupannya dari orang lain.  Artinya siapa saja yang masih hidup di dunia ini, tidak bisa tidak harus berhubungan dengan orang lain.  Itulah kehidupan ini.  Tentang masalah yang selalu ada dalam bentuk apapun yang kita hadapi, tentunya itu menunjukkan bahwa kita masih bernafas dan masih berjalan pikiran kita.  Artinya hidup itu tidak lepas dari masalah dan Masalah itu adalah muncul bagi kita yang masih hidup dan tentunya kita rasakan dan alami.  jika kita sudah tidak bernyawa lagi, barulah kita dikatakan tidak punya masalah lagi. Sebagai seorang yang beragama tentunya berhubungan dengan orang lain akan membawa rezeki dan juga masalah.  Tinggal kita sendiri yang memilih bagaimana caranya menghadapi hidup ini.  Jika dengan gembira kita hadapi semua masalah ini, maka secara ilmu apapun yang sudah diteliti, kita akan mendapatkan kebahagiaan oleh karena dapat menerima keadaan dan kejadian yang kita alami setiap waktu. Jadi masalah adalah kehidupan dan jika tidak ada masalah berarti kita sudah mati.  Mau hidup?  Hadapilah masalah dengan sukacita !!!

Tetap Semagat Meskipun Masalah Selalu Berteman Dengan Kita….

Monday, May 12, 2014

Cara Menyelesaikan Masalah

Cara Menyelesaikan Masalah

Menulis tentang masalah buat saya agak berat, karena saya sendiri sekarang bingung untuk mendefinisikan masalah, karena memang saya mulai meniadakan kata “masalah” Karena masalah akan selalu hadir didalam kehidupan,seperi ‘Sayuran tanpa Garam’,selalu menjadi dari bagian hidup kita.


Masalah tidak dapat dihilangkan namun dapat diatasi ,adapun Caranya untuk mengatasi masalah itu adalah dengan tidak memikirkannya,dengan tidak memamerkannya, dengan tidak mengharap kasihan dari orang lain”, cobalah anda geser pikiran anda ke sebelah masalah itu, maka yang anda temui adalah solusi. Sesuai dengan sebuah ayat dalam Al-Quran “Sesungguhnya dalam kesulitan itu ada kemudahan”. Saya mencoba ilustrasikan seperti ini. Coba anda bayangkan, anda berada dalam sebuah kamar dan terkunci didalamnya, pintu kamar itu terkunci dan kuncinya rusak sehingga anda tidak bisa membuka, dan celakanya ketika anda berteriaka maka dijamin tidak ada satupun orang yang akan datang membantu anda. Anda rasakan jika anda yang berada dalam situasi itu.
Lalu yang anda lakukan hanya fokus kepada pintunya saja?hanya berteriak saja?apa yang akan terjadi jika anda hanya terfokus, hanya memikirkan pintu itu saja, tentu yang ada hanya ketakutan, bahkan anda bisa melemas dalam ruangan itu. Tetapi, bagaimana jika anda menenangkan diri sejenak, lalu menjauh dari pintu itu dan mulai melihat sisi lain dari kamar itu, bukan pintunya, tetapi bagian lainnya dari kamar, Anda cari-cari secara tenang dikamar itu, nah lalu anda melihat anda sebuah perangkat pertukangan yang berada dalam lemari dikamar itu, nah…itu solusi kan. Coba jika anda hanya fokus kepada pintunya, apakah anda bisa menemukan perangkat pertukangan untuk membuka pintu itu?tentu tidak. Sama halnya dalam hidup anda, jika yang anda lakukan saat bertemu masalah adalah memamerkannya, meratapinya, mengeluh, mencari alasan terjadinya. Maka saya jamin masalah tetap menjadi masalah. Cara yang benar adalah dengan melihat di sebelah masalah itu, masih ada ruang besar yang bisa anda lewati untuk menemukan solusi. Jadi mulailah untuk berhenti selalu memperbesar perasaan memiliki masalah, namun mulailah berpikir solusinya.

Kalau begitu cara mudah dan cepat mengatasi masalah dalam hidup adalah dengan menjauh untuk fokus kepada masalahnya tetapi mulai untuk mencari sisi lain dari masalah. Kalau masalah disimbolkan sebagai sebuah batu besar, maka carilah disisi batu itu, entah diatas, dikanan,dikiri, dibawah atau dimana saja, karena dalam kesulitan itu sudah ada kemudahan hanya diri kitalah yang membuat selalu fokus kepada kesulitan. Jadilah pribadi yang selalu melihat sisi lain dari sebuah masalah. Sudah yuk, stop memikirkan masalah, dan berani mengatakan bye..bye..masalah, “saya sudah malas memikirkanmu wahai masalah, saya hanya mau memikirkan solusi positif dari semua peristiwa”


Monday, August 13, 2012

LAGGING PULLEY



Step 1. Fabrikasi Pulley Sesuai dengan Dimensi yang diInginkan.

Contoh Pulley yang telah diFabrikasi

Step 2. Grinding Pulley sebelum Proses Metal Primer (Lapisan Metal)

                                                 Contoh Pulley yang Harus Di Grinding

Step 3. Metal Primer (Lapisan Metal) Khusu untuk metal ini disesuaikan dengan Spec dan Meker yang diinginkan.Proses ini Memakan Waktu lebih kurang 3 Jam sebelum Proses Selanjutnya.

                                             Contoh Pulley yang telah di Metal Primer

Step 4. Lagging (Pelapisan Pulley dengan Menggunakan Karet)
            Pelapisan karet ini disesuaikan dengan Posisi Pulley digunakan,Seperti Take Up Pulley,Head Pulley, Tail Pulley dan lainnya serta tiap Posisi berbeda Pula Penggunaan Karet Pelapisnya seperti Diamond,Plain ataupun lainnya. 
serta tidak lupa untuk Proses Pengelemannya,Spec dan Type dapat disesuaikan dengan Keinginan.

                                                        Contoh Karet type Plain.

Step 5. Finish (Selesai)

                                           Contoh Pulley yang telah diLapisin Karet

DEMIKIAN ARTIKEL SINGKAT INI DISUSUN, SEMOGA BISA BERMANFAAT